Minggu, 19 April 2015

(Resume Report) Ajaran Hindu Dharma tentang Manusia dan Alam



Ajaran Hindu Dharma tentang Manusia dan Alam

1. Penciptaan manusia
2. Penciptaan alam
3. Hubungan manusia dan alam

Present a performance

Achmad Fauzy
Tri Indah Annisa
Muniri
Pipit Fitrianti
Ori Juanda

Penciptaan Alam

Di dalam kepercayaan umat Hindu, mereka mempercayai bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Dewa Brahma dan dihancurkan oleh Dewa Siwa. Alam ini diciptakan dan dihancurkan terus menerus.
Ada 4 tahapan alam sebelum di hancurkannya oleh Dewa Siwa ;
u 1. Kreta Yoga, adalah zaman terdapatnya kebahagiaan abadi.
u 2. Dvapara Yoga, adalah zaman mulai timbulnya dosa/noda-noda.
u 3. Treta Yoga, adalah zaman yang penuh sengsara dan merajalelanya dosa-dosa.
u 4. Kali Yoga, adalah zaman yang penuh dengan kejahatan yang banyak menimpa umat manusia.
u Setelah keempat priode ini terjadi di alam, maka Dewa Siwa akan datang untuk menghancurkannya, kemudian Dewa Brahma menciptakan lagi dunia baru, yang dimulai pada Malam Brahma yang digambarkan sebagai malam gelap gulita.

Proses Pembentukan Alam

Sang Hyang Widi menciptakan alam dengan cara bertapa dan memancarkan kekuasaannya, pancaran tersebut yang terbentuknya Brahmanda (planet-planet).
Akibat bertapanya Sang Hyang Widi membuat kekuatan yang disebut Purusa (kekuatan kejiwaan) dan Prakerti (kekuatan kebendaan). Pertemuan ini menimbulkan yang disebut cita (alam pikiran) yang sudah dikuasai oleh tiga kualitas atau triguna, yaitu sattwa (tabiat terang), rajas (tabiat penggerat), dan tamas (tabiat yang gelap, masa bodoh, malas)
Alam Semesta.

u Alam semesta terdiri dari tiga bagian yang disebut dengan triloka yaitu:
u Bhurloka/manusiloka adalah bumi tempat kita hidup, yang unsur terbanyak terdiri dari air dan zat padat
u Bhuahloka (alam roh) yang bagian pokoknya terdiri dari zat cair dan zat cahaya.
u Swahloka/dewaloga yaitu surga, dihuni dewa2, unsurnya terdiri dari sinar dan hawa.

Penciptaan Manusia
Sari pancamahabhuta, yaitu sari ether, hawa, api, air, dan bumi bersatu menjadi sadrasa (enam rasa), yaitu:



1. rasa manis
2. pahit
3. asam
4. asin
5. pedas
6. sepat



Pencampuran ini menghasilkan dua unsur benih kehidupan, yaitu mani wanita (swanita) dan mani laki-laki (sukla).
Kedua unsur benih kehidupan itu bertemu. Pertemuannya terjadi seperti halnya dengan pertemuan purusa dan prakrti, serta melahirkan manusia.
Oleh karena itu maka sama halnya dengan alam semesta, manusia juga juga terdiri dari unsur-unsur cita, budhi, dan ahangkara, yang membentuk watak budi manusia.

u Cita, Bhudi dan Ahangkara membentuk watak budi seseorang.
u Dasendria membentuk indrianya.
u Pancatanmatra dan pancamahabhuta membentuk badan manusia/mahluk.

Manusia

Di dalam Agama Hindu, manusia pertama disebut dengan “Swayabhu-manu”. Sebab dalam bahasa sansekerta, Swayambhu berarti yang menjadikan diri sendiri. Suku kata “swayam” berarti diri sendiri, dan suku kata “bhu” berarti: menjadi, dan kata “manu” berarti “mahluk berfikir yang menjadikan dirinya sendiri”.
Istilah manu sekarang menjadi kata manusia, agama Hindu mempercayai bahwasanya semua manusia adalah keturunan Manu.

Hubungan Manusia Dengan Alam

Konsep dasar agama Hindu tentang hubungan manusia dengan alam adalah sebuah konsep tentang timbal balik antara manusia dan lingkungan hidupnya.
Di dalam agama Hindu yang disebut dengan “Rta (bagian imanen yang tak terpisahkan dari alam)” dan “ Yadnya (hakikat hubungan antara manusia dengan alam yang terjadi dalam keadaan harmonis, seimbang antara unsur-unsur yang ada pada alam dan unsur-unsur yang dimiliki oleh manusia) ”. Hubungan timbal balik, hal ini yang harus mereka jaga karena manusia tidak bisa hidup tanpa alam, hal ini sebagi makna relasi yang saling menguntungkan dan saling menjaga satu sama lain.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar